You are here
Home > Berita > Selangkah Lagi, Pemuda Muhammadiyah Berdiri di Ciseeng

Selangkah Lagi, Pemuda Muhammadiyah Berdiri di Ciseeng

Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kecamatan Ciseeng sepakat untuk mendirikan Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Ciseeng. Setelah melewati konsolidasi yang panjang, harapan terbentuknya PCPM Ciseeng akhirnya menemui jalan terang. Kepastian tersebut ditandai oleh hasil keputusan rapat yang dihelat pada Sabtu malam (22/7).

Rapat yang dipimpin oleh Tino Setiawan itu dihadiri oleh 12 peserta, dan menetapkan beberapa keputusan. Pertama, penentuan area yang akan dijadikan Pimpinan Ranting. Kedua, penetapan pelaksana tugas (PLT) yang akan mengawal pendirian PCPM hingga benar-benar dikukuhkan.

“Rapat ini kita fokuskan pada penentuan desa yang akan dijadikan sebagai Pimpinan Ranting, dan penetapan pelaksana tugas (PLT). Setelah penetapan, kami akan bekerja secara maksimal untuk mengkoordinasikan kepada seluruh pihak yang terkait,” kata dia melalui siaran pers.

Tino mengatakan setidaknya ada tiga desa yang akan dijadikan Pimpinan Ranting, yaitu Desa Ciseeng, Desa Parigi Mekar, dan Desa Cibeuteung Muara. Ketiga desa ini dipilih karena merupakan basis kader Muhammadiyah yang berasal dari lulusan-lulusan sekolah Muhammadiyah di wilayah tersebut.

Selain penentuan area Pimpinan Ranting, rapat yang berlokasi di SMP Muhammadiyah 37 Parung tersebut menetapkan Ahmad Suraji sebagai PLT yang akan bertanggungjawab mengawal pendirian organisasi yang sesuai dengan prosedur. Selain Aji, ada sejumlah nama yang masuk ke dalam jajaran tim pendiri yang akan bekerja.

Menurut Aji, pendirian PCPM Ciseeng seharusnya dilakukan sejak dulu, mengingat Kecamatan Ciseeng sudah cukup lama berdiri setelah terjadi pemekaran dari induknya, Kecamatan Parung. Disamping itu, Aji juga menganggap  pelebaran ruang dakwah Muhammadiyah harus terus meluas, agar apa yang menjadi harapan dan cita-cita K.H Ahmad Dahlan dapat terwujud secara menyeluruh.

“Muhammadiyah harus terus tumbuh, baik secara vertikal maupun horizontal. Secara vertikal, Muhammadiyah harus terus melebarkan sayap-sayapnya, dengan membentuk organisasi pada tingkat wilayah, daerah, terutama cabang dan ranting sebagai basis pembibitan kader. Hal tersebut, dapat diawali oleh pembentukan Organisasi Otonom Muhammadiyah khusunya di bidang kepemudaan,” kata dia.

Aji berharap, dengan lahirnya Pemuda Muhammadiyah di Ciseeng, misi dakwah Muhammadiyah akan semakin meluas di Ciseeng dan Kabupaten Bogor pada umumnya.

Tinggalkan Balasan

Top